Dosen : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
PEMERIKSAAN SHIGELLA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN
Disusun Oleh :
Muh . Zulkhaedir
PO714221151026
II.A / D.IV
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
A.
DASAR TEORI
Shigellosis atau disentri basiler
tergolong penyakit menular yang merupakan salah satu penyebab kesakitan dan
kematian terutama pada anak usia di bawah 5 tahun khususnya di negara
berkembang. Penyebab terjadinya penyakit ini adalah bakteri Shigella spp.
Shigella adalah bakteri entenik patogen yang dominan sebagai kausa diare
bersama-sama dengan Salmonella dan Vibrio cholerae. Kasus ini
paling sering terjadi di lingkungan dengan sanitasi dan hygiene yang buruk,
ketersediaan sumber air bersih yang kurang, kemiskinan, dan pendidikan rendah.
Penyakit pada anak-anak ini dapat memberikan dampak merugikan terhadap status
gizi anak. Shigellosis memberikan efek negative terhadap status gizi akibat
penurunan asupan nutrisi dan absorpsi usus, peningkatan katabolisme dan
pemecahan nutrient yang digunakan untuk sintesis jaringan dan pertumbuhan.
Sementara malnutrisi dapat menjadi predisposisi terhadap terjadinya infeksi
akibat penurunan kemampuan barrier proteksi kulit dan mukosa, serta perubahan
fungsi respon imun. Keadaan ini seringkali mengakibatkan penurunan energi disertai
defisiensi mikronutrien.
Survei Kesehatan Nasional yang
dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2001
menunjukkan bahwa sekitar 9,4% kematian pada bayi dan 13,2% kematian pada anak
usia 1-4 tahun adalah akibat infeksi diare. Shigella spp. merupakan penyebab
infeksi diare yang dominan untuk negara berkembang. Setiap tahun, diperkirakan
ada sekitar 164,7 juta kasus infeksi diare yang disebabkan oleh kuman Shigella,
dan 163,2 juta di antaranya terjadi di negara berkembang.
Shigella
adalah genus dari gram negative, non motil, bakteri endo spor berbentuk tongkat
yang berhubungan dekat dengan Esherichia coli dan Salmonella. Shigella
merupakan penyebab dari penyakit shigellosis pada manusia. Bakteri ini
menyebabkan disentri yang berat dan invasive. Manifestasi klinis yang di
timbulkannya dapat berupa diare sedang sampai berat yang di sertai panas semua dengan
sifat water (diare dengan komposisi feces di dominasi cairan atau air) atau pun
diare berdarah. Selama ini digunakan antibiotic untuk mengobati “bloody
diarrhea” (diare disertai darah) dengan tujuan memperpendek masa sakit,
menurunkan morbiditas dan mengurangi durasi perubahan siklus hidupnya.Habitat
alami shigella disenteria terbatas pada usus besar manusia dan binatang
menyusui, dimana shigella memproduksi eksitoksin yang tidak tahan panas yang
mempengaruhi usus dan susunan syaraf pusat. Penyebaran shigella selalu terbatas
pada saluran pencernaan, penyebaran pada aliran darah sangat jarang. Bakteri
shigella dapat menimbulkan penyakit yang sangat menular.Ciri-ciri
antaralain batang pendek, gram negative, tunggal, tidak bergerak, suhu optimum
37°C, tidak membentuk spora, aerobic, anaerobic fakultatif, patogenik,
menyebabkan disenteri.
B.
TUJUAN
1.
Mahasiswa dapat mengetahui alat dan
bahan yang digunakan dalam pemeriksaan shigella.
2.
Mahasiswa dapat melakukan pemriksaan
shigella.
3.
Mahasiswa dapat menentukan pada sampel
makanan yang diperiksa.
HASIL
Nama pengambil : Muh. Zulkhaedir dan Bella Safira
Tanggal dan Waktu : Senin 15/5/2017 Pukul 10.00 WITA
Sampel :
Empek-empek dan Marimas
Tempat :
Jalan Singa
Tujuan :
Pemeriksaan Shigella
Hasil setelah pemeriksaan hari pertama
Makanan
= Negatif
Minuman
= Negatif
Pada
media SS agar tetap berwarna, tidak jernih dan tidak kecil-kecil
ANALISA
HASIL
Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan pada pemeriksaan mikroorganisme pada sampel makanan dan minuman dimana Shigella
merupakan bakteri pathogen yang dapat menginfeksi saluran pencernaan. Shigella
dapat tumbuh secara optimum pada suhu 37ºC. Pada makanan dan minuman yang
diperiksa NEGATIF bakteri Shigella, meskipun sampel dibiakkan pada media dengan
incubator 37ºC selama 1 x 24 jam seharusnya shigella dapat tumbuh dengan baik.
Tapi setelah pemeriksaan hari pertama sampel makanan dan minuman negatif
shigella. Karena dapat dianalisa pada makanan empek-empek sebelum penyajian,
empek-empek digoreng terlebih dahulu dan tentunya suhu penggorengan melebihi
suhu optimum pertumbuhan Shigella. Sedangkan untuk minuman (marimas) negatif
Shigella dapat dianalisa pada air yang digunakan, menggunakan air bersih yang
dimasak terlebih dahulu/air minum.
Bakteri Shigella
menghasilkan racun yang dapat menyerang lapisan usus besar, menyebabkan
pembengkakan, luka pada dinding usus, dan diare berdarah. Dalam kasus
Shigellosis yang sangat parah, seseorang mungkin mengalami kejang (kejang),
leher kaku, sakit kepala, kelelahan ekstrim, dan kebingungan. Shigellosis juga
dapat menyebabkan dehidrasi dan dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi
lain, seperti arthritis, ruam kulit, dan gagal ginjal.
KESIMPULAN
Pemeriksaan
Shigella pada sampel makanan dan minuman digunakan NEGATIF. Hal tersebut
dipengaruhi oleh faktor pendukung pengolahan makanan dan minuman seperti suhu
dan sanitasi lingkungan tempat pengolahan berlangsung.
Upaya
pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan
cara:
1. Pengendalian
sanitasi air, makanan dan minuman, pembuangan sampah serta pengendalian lalat
(kebersihan lingkungan).
2. Isolasi
penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
3. Penemuan
kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus
makanan.
4. Penanganan,
penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi shigella
Tidak ada komentar:
Posting Komentar