Senin, 03 Juli 2017

Laporan Pemeriksaan Mikroorganisme Pada Sampel Makanan dan Minuman

Dosen              : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah    : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
PEMERIKSAAN SHIGELLA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN

Disusun Oleh  :
Muh . Zulkhaedir
PO714221151026
II.A / D.IV
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
A.    DASAR TEORI

Shigellosis atau disentri basiler tergolong penyakit menular yang merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian terutama pada anak usia di bawah 5 tahun khususnya di negara berkembang. Penyebab terjadinya penyakit ini adalah bakteri Shigella spp. Shigella adalah bakteri entenik patogen yang dominan sebagai kausa diare bersama-sama dengan Salmonella dan Vibrio cholerae. Kasus ini paling sering terjadi di lingkungan dengan sanitasi dan hygiene yang buruk, ketersediaan sumber air bersih yang kurang, kemiskinan, dan pendidikan rendah. Penyakit pada anak-anak ini dapat memberikan dampak merugikan terhadap status gizi anak. Shigellosis memberikan efek negative terhadap status gizi akibat penurunan asupan nutrisi dan absorpsi usus, peningkatan katabolisme dan pemecahan nutrient yang digunakan untuk sintesis jaringan dan pertumbuhan. Sementara malnutrisi dapat menjadi predisposisi terhadap terjadinya infeksi akibat penurunan kemampuan barrier proteksi kulit dan mukosa, serta perubahan fungsi respon imun. Keadaan ini seringkali mengakibatkan penurunan energi disertai defisiensi mikronutrien.
Survei Kesehatan Nasional yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa sekitar 9,4% kematian pada bayi dan 13,2% kematian pada anak usia 1-4 tahun adalah akibat infeksi diare. Shigella spp. merupakan penyebab infeksi diare yang dominan untuk negara berkembang. Setiap tahun, diperkirakan ada sekitar 164,7 juta kasus infeksi diare yang disebabkan oleh kuman Shigella, dan 163,2 juta di antaranya terjadi di negara berkembang. 
Shigella adalah genus dari gram negative, non motil, bakteri endo spor berbentuk tongkat yang berhubungan dekat dengan Esherichia coli dan Salmonella. Shigella merupakan penyebab dari penyakit shigellosis pada manusia. Bakteri ini menyebabkan disentri yang berat dan invasive. Manifestasi klinis yang di timbulkannya dapat berupa diare sedang sampai berat yang di sertai panas semua dengan sifat water (diare dengan komposisi feces di dominasi cairan atau air) atau pun diare berdarah. Selama ini digunakan antibiotic untuk mengobati “bloody diarrhea” (diare disertai darah) dengan tujuan memperpendek masa sakit, menurunkan morbiditas dan mengurangi durasi perubahan siklus hidupnya.Habitat alami shigella disenteria terbatas pada usus besar manusia dan binatang menyusui, dimana shigella memproduksi eksitoksin yang tidak tahan panas yang mempengaruhi usus dan susunan syaraf pusat. Penyebaran shigella selalu terbatas pada saluran pencernaan, penyebaran pada aliran darah sangat jarang. Bakteri shigella dapat menimbulkan penyakit yang sangat menular.Ciri-ciri antaralain batang pendek, gram negative, tunggal, tidak bergerak, suhu optimum 37°C, tidak membentuk spora, aerobic, anaerobic fakultatif, patogenik, menyebabkan disenteri.

B.     TUJUAN

1.      Mahasiswa dapat mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan shigella.

2.      Mahasiswa dapat melakukan pemriksaan shigella.

3.      Mahasiswa dapat menentukan pada sampel makanan yang diperiksa.  

HASIL

Nama pengambil         : Muh. Zulkhaedir dan Bella Safira

Tanggal dan Waktu     : Senin 15/5/2017 Pukul 10.00 WITA

Sampel                         : Empek-empek dan Marimas

Tempat                        : Jalan Singa

Tujuan                         : Pemeriksaan Shigella


Hasil setelah pemeriksaan hari pertama

            Makanan = Negatif

            Minuman = Negatif

Pada media SS agar tetap berwarna, tidak jernih dan tidak kecil-kecil

ANALISA HASIL

Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan pada pemeriksaan mikroorganisme pada sampel makanan dan minuman dimana Shigella merupakan bakteri pathogen yang dapat menginfeksi saluran pencernaan. Shigella dapat tumbuh secara optimum pada suhu 37ºC. Pada makanan dan minuman yang diperiksa NEGATIF bakteri Shigella, meskipun sampel dibiakkan pada media dengan incubator 37ºC selama 1 x 24 jam seharusnya shigella dapat tumbuh dengan baik. Tapi setelah pemeriksaan hari pertama sampel makanan dan minuman negatif shigella. Karena dapat dianalisa pada makanan empek-empek sebelum penyajian, empek-empek digoreng terlebih dahulu dan tentunya suhu penggorengan melebihi suhu optimum pertumbuhan Shigella. Sedangkan untuk minuman (marimas) negatif Shigella dapat dianalisa pada air yang digunakan, menggunakan air bersih yang dimasak terlebih dahulu/air minum.
Bakteri Shigella menghasilkan racun yang dapat menyerang lapisan usus besar, menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding usus, dan diare berdarah. Dalam kasus Shigellosis yang sangat parah, seseorang mungkin mengalami kejang (kejang), leher kaku, sakit kepala, kelelahan ekstrim, dan kebingungan. Shigellosis juga dapat menyebabkan dehidrasi dan dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi lain, seperti arthritis, ruam kulit, dan gagal ginjal.

KESIMPULAN

Pemeriksaan Shigella pada sampel makanan dan minuman digunakan NEGATIF. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pendukung pengolahan makanan dan minuman seperti suhu dan sanitasi lingkungan tempat pengolahan berlangsung.
Upaya pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan cara:
1.      Pengendalian sanitasi air, makanan dan minuman, pembuangan sampah serta pengendalian lalat (kebersihan lingkungan).
2.      Isolasi penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
3.      Penemuan kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus makanan.
4.      Penanganan, penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi shigella  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Pemeriksaan Mikroorganisme Pada Sampel Makanan dan Minuman

Dosen               : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes Mata Kuliah     : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A) PEMERIKSAAN ...