Senin, 03 Juli 2017

Laporan Pemeriksaan Mikroorganisme pada Sampel Makanan dan Minuman

Dosen              : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah    : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
 
PEMERIKSAAN VIBRIO CHOLERA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN

Disusun Oleh  :
Muh . Zulkhaedir
PO714221151026
II.A / D.IV
 
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
 
 
 
A.    DASAR TEORI

Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang masuk dalam family Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas, dan merupakan bagian dari genus Vibrio. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1884 dan sangat penting dalam dunia kedokteran karena menyebabkan penyakit kolera. Vibrio cholerae banyak ditemui di permukaan air yang terkontaminasi dengan feces yang mengandung kuman tersebut, oleh karena itu penularan penyakit kolera ini dapat melalui air, makanan dan sanitasi yang buruk.
Vibrio cholerae merupakan bakteri  gram negatif , berbentuk basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigen  flagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik  dan kemoorganotrof , berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot.
Klasifikasi dari Vibrio cholerae adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Bacteria
Phylum            : Proteobacteria
Class               : Gamma Proteobacteria
Order              : Vibrionales
Family             : Vibrionaceae
Genus              : Vibrio 
Spesies             : Vibrio cholerae
   
V. Parahaemolyticus memiliki suhu pertumbuhan optimum 35°C-37°C, dengan suhu maksimum 42°C-44°C dan suhu minimum 10°C-13°C dan pH 5,0-8,5 dengan pH optimum 7,5-8,6. V. Parahaemolyticus dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yaitu diare encer, kejang perut, mual, muntah, pusing, demam, dan menggigil. Gejala gastroenteritis bervariasi dari ringan sampai berat, berebeda dengan gejala cholera yang biasanya tidak disertai dengan muntah berat dan sakit perut.    V. Parahaemolyticus berkembang biak dengan cepat di dalam saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama feses selama penderita terserang infeksi.V. Parahaemolyticus ditemukan pada makanan hasil laut seperti : udang, kepiting, ikan, lobster, dan sebagainya.bakteri ini banyak di laut terutama di daerah iklim tropis atau musim panas.
 
 
B. TUJUAN

1. Mahasiswa dapat mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan vibrio.

2. Mahasiswa dapat melakukan pemriksaan vibrio.

3. Mahasiswa dapat menentukan pada sampel makanan yang diperiksa.

 
 
HASIL

Nama pengambil         : Muh. Zulkhaedir dan Bella Safira

Tanggal dan Waktu     : Senin 15/5/2017 Pukul 10.00 WITA

Sampel                         : Empek-empek dan Marimas

Tempat                        : Jalan Singa

Tujuan                         : Pemeriksaan Vibrio Cholera


Hasil setelah pemeriksaan hari pertama

            Makanan = Negatif

            Minuman = Negatif

TIDAK ADA perubahan air menjadi kuning (keruh) atau pun biru kehijauan

 
 
ANALISA HASIL

Vibrio Cholera adalah bakteri gram negatif, Vibrio memiliki suhu pertumbuhan optimum 35ºC-37ºC dan pH 5,0-8,5 dengan pH optimum 7,5-8,6. Pada sampel makanan dan minuman yang diperiksa terindikasi NEGATIF Vibrio. Vibro sering dijumpai pada makanan hasil laut seperti udang, kepiting, ikan, kerang, dsb. Biasanya pada empek-empek tebuat dari campuran kanji/tepung dan olahan ikan. Tapi pada pemeriksaan, sampel negatif Vibrio. Dapat dikatakan empek-empek yang diperiksa memang hanya terdiri dari bahan baku kanji/tepung. Sedangkan untuk minuman, Vibrio jarang ditemukan pada minuman.
Vibrio tidak bersifat invasif, yaitu tidak pernah masuk kedalam sirkulasi darah tetapi menetap di usus sehingga dapat menyebabkan gastritis pada manusia. Masa inkubasi bakteri ini antara 6 jam sampai 5 hari. Vibrio menghasilkan enterotoksin yang tidak tahan asam dan panas, musinase, dan eksotoksin. Toksin diserap dipermukaan gangliosida sel epitel dan merangsang hipersekresi air dan klorida sehingga menghambat absorpsi natrium. Akibat kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terjadilah kram perut, mual, muntah, dehidrasi, dan shock (turunnya laju aliran darah secara tiba-tiba). Kematian dapat terjadi apabila korban kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar. Penyakit ini disebabkan karena korban mengkonsumsi bakteri hidup, yang kemudian melekat pada usus halus dan menghasilkan toksin.


KESIMPULAN

Pemeriksaan Vibrio pada sampel makanan dan minuman yaitu NEGATIF. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pendukung perkembangbiakan Vibrio seperti suhu dan pH. Selain itu tempat perkembangbiakan yang paling disenangi yaitu hanya terdapat pada hasil-hasil laut (seafood). 
. Menurut BPOM RI NO. 00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan dan minuman, batas maksimum jenis cemaran APM Vibrio cholerae negative/25 gram. Upaya pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan cara:
1.      Pengendalian sanitasi air, makanan dan minuman, pembuangan sampah serta pengendalian lalat (kebersihan lingkungan).
2.      Isolasi penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
3.      Penemuan kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus makanan.
4.      Penanganan, penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi Vibrio cholerae
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Pemeriksaan Mikroorganisme Pada Sampel Makanan dan Minuman

Dosen               : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes Mata Kuliah     : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A) PEMERIKSAAN ...