Dosen : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
PEMERIKSAAN VIBRIO CHOLERA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN
Disusun Oleh :
Muh . Zulkhaedir
PO714221151026
II.A / D.IV
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
A.
DASAR TEORI
Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang masuk
dalam family Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas,
dan merupakan bagian dari genus Vibrio. Bakteri ini pertama kali
ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1884 dan sangat penting dalam dunia
kedokteran karena menyebabkan penyakit kolera. Vibrio cholerae banyak
ditemui di permukaan air yang terkontaminasi dengan feces yang mengandung kuman
tersebut, oleh karena itu penularan penyakit kolera ini dapat melalui air,
makanan dan sanitasi yang buruk.
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif , berbentuk basil
(batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari
antigen flagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria,
mesofilik dan kemoorganotrof , berhabitat alami di lingkungan akuatik dan
umumnya berasosiasi dengan eukariot.
Klasifikasi
dari Vibrio cholerae adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Bacteria
Phylum
: Proteobacteria
Class
: Gamma Proteobacteria
Order
:
Vibrionales
Family
: Vibrionaceae
Genus
: Vibrio
Spesies
: Vibrio cholerae
V.
Parahaemolyticus memiliki suhu pertumbuhan optimum 35°C-37°C, dengan suhu
maksimum 42°C-44°C dan suhu minimum 10°C-13°C dan pH 5,0-8,5 dengan pH optimum
7,5-8,6. V. Parahaemolyticus dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit yaitu diare encer, kejang perut, mual,
muntah, pusing, demam, dan menggigil. Gejala gastroenteritis bervariasi dari
ringan sampai berat, berebeda dengan gejala cholera yang biasanya tidak
disertai dengan muntah berat dan sakit perut. V.
Parahaemolyticus berkembang biak dengan cepat di dalam saluran pencernaan dan
dikeluarkan bersama feses selama penderita terserang infeksi.V. Parahaemolyticus ditemukan pada
makanan hasil laut seperti : udang, kepiting, ikan, lobster, dan
sebagainya.bakteri ini banyak di laut terutama di daerah iklim tropis atau
musim panas.
B.
TUJUAN
1. Mahasiswa dapat
mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan vibrio.
2. Mahasiswa dapat
melakukan pemriksaan vibrio.
3. Mahasiswa dapat
menentukan pada sampel makanan yang diperiksa.
HASIL
Nama pengambil : Muh. Zulkhaedir dan Bella Safira
Tanggal dan Waktu : Senin 15/5/2017 Pukul 10.00 WITA
Sampel :
Empek-empek dan Marimas
Tempat :
Jalan Singa
Tujuan :
Pemeriksaan Vibrio Cholera
Hasil setelah pemeriksaan hari pertama
Makanan
= Negatif
Minuman
= Negatif
TIDAK
ADA perubahan air menjadi kuning (keruh) atau pun biru kehijauan
ANALISA
HASIL
Vibrio
Cholera adalah bakteri gram negatif, Vibrio memiliki suhu pertumbuhan optimum
35ºC-37ºC dan pH 5,0-8,5 dengan pH optimum 7,5-8,6. Pada sampel makanan dan
minuman yang diperiksa terindikasi NEGATIF Vibrio. Vibro sering dijumpai pada
makanan hasil laut seperti udang, kepiting, ikan, kerang, dsb. Biasanya pada
empek-empek tebuat dari campuran kanji/tepung dan olahan ikan. Tapi pada
pemeriksaan, sampel negatif Vibrio. Dapat dikatakan empek-empek yang diperiksa
memang hanya terdiri dari bahan baku kanji/tepung. Sedangkan untuk minuman,
Vibrio jarang ditemukan pada minuman.
Vibrio tidak bersifat invasif, yaitu tidak pernah masuk
kedalam sirkulasi darah tetapi menetap di usus sehingga dapat menyebabkan
gastritis pada manusia. Masa inkubasi bakteri ini antara 6 jam sampai 5 hari.
Vibrio menghasilkan enterotoksin yang tidak tahan asam dan panas, musinase, dan
eksotoksin. Toksin diserap dipermukaan gangliosida sel epitel dan merangsang
hipersekresi air dan klorida sehingga menghambat absorpsi natrium. Akibat
kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terjadilah kram perut, mual, muntah,
dehidrasi, dan shock (turunnya laju aliran darah secara tiba-tiba). Kematian
dapat terjadi apabila korban kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah
besar. Penyakit ini disebabkan karena korban mengkonsumsi bakteri hidup, yang
kemudian melekat pada usus halus dan menghasilkan toksin.
KESIMPULAN
Pemeriksaan
Vibrio pada sampel makanan dan minuman yaitu NEGATIF. Hal ini dipengaruhi oleh
faktor pendukung perkembangbiakan Vibrio seperti suhu dan pH. Selain itu tempat
perkembangbiakan yang paling disenangi yaitu hanya terdapat pada hasil-hasil
laut (seafood).
. Menurut BPOM RI NO. 00.06.1.52.4011
tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan dan
minuman, batas maksimum jenis cemaran APM Vibrio cholerae negative/25 gram. Upaya
pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan
cara:
1. Pengendalian
sanitasi air, makanan dan minuman, pembuangan sampah serta pengendalian lalat
(kebersihan lingkungan).
2. Isolasi
penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
3. Penemuan
kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus
makanan.
4. Penanganan,
penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi Vibrio cholerae
Tidak ada komentar:
Posting Komentar