Senin, 03 Juli 2017

Laporan Pemeriksaan Mikroorganisme pada Sampel Makanan dan Minuman

Dosen              : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah    : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
 
PEMERIKSAAN SALMONELLA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN
 

Disusun Oleh  :
Muh . Zulkhaedir
PO714221151026
II.A / D.IV
 
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017



A.    DASAR TEORI
     Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat/batang  yang menyebabkan tifus, paratifus, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi. Habitat Inang bagi Salmonella adalah usus halus manusia dan hewan. Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi kuman Salmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Salmonella typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok (daging, kerang dan sebagainya) akan berkembang biak mencapai dosis infekti. Salmonella adalah kuman gram negative, tidak berspora yang panjangnya bervariasi. Bakteri dari genus salmonella merupakan bakteri penyebab infeksi. Jika tertelan dan masuk kedalam tubuh akan menimbulkan gejala salmonellosis. Gejala salmonellosis yang paling sering terjadi adalah gastroenteritis. Selain gastroenteritis, beberapa spesies salmonella juga dapat menimbulkan gejala penyakit lainnya. Misalnya demam entrik seperti demam thypoit dan demam para thypi, serta infeksi local. 
Salmonella yang mencemari makanan dapat berkembang biak secara cepat karena keadaan lingkungan yang panas dan lembab menstimulir pertumbuhannya. Tempat-tempat yang memungkinkan terbesarnya salmonellasis misalnya di rumah-rumah, rumah makan, asrama, hotel dan sebagainya. Salmonella mungkin terdapat pada makanan dalam jumlah tinggi, tetapi tidak selalu menimbulkan perubahan dalam hal warna, bau, maupun rasa dari makanan tersebut. Semakin tinggi jumlah salmonella dalam suatu makanan, semakin besar timbulnya gejala infeksi. Makanan-makanan yang sering terkontaminasi oleh salomenella yaitu telur dan hasil olahannya, ikan dan hasil olahannya, daging ayam, daging sapi, serta serta susu dan olahannyaseperti ice cream dan keju. 
Gejala infeksi salmonella dimulai dari masukknya sel salmonella keadaan saluran pencernaan dan masuk kedalam saluran usu. Bakteri ini dapat melakukan penetrasi pada saluran usus terutama pada ileum dan sedikit pada usus besar, sehingga menimbulkan reaksi imflasi. Sel-sel salmonella kadang-kadang dapat menimbulkan system pertahanan mucosal dan limpatik. Dan dapat mencapai saluran darah sehingga dapat menyebabkan bakteremia atau apses. Gejala-gejala infeksi yang timbul setelah tertelannya sel-sel salmonella bervariasi tergantung dari daya virulen, invsi dari serotype dan strain bakteri bakteri tersebut, jumlah sel yang tertelan dan daya tahan tubuh yang dipengaruhi oleh umur dan kesehatan penderita. Salmonella yang menyebabkan infeksi interik yang disertai dengan diare tetapi ada beberapa serotype seperti salmonella typhi, S. parathypi A, B, C, dan S. 

B.     TUJUAN


1.      Agar mahasiswa dapat menegtahui alat dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan salmonella

2.      Agar mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan salmonella

3.      Agar mahasiswa dapat menentukan jenis salmonella pada sampel makanan yang diperiksa.

HASIL

Nama pengambil         : Muh. Zulkhaedir dan Bella safira

Tanggal dan Waktu     : Senin 15/5/2017 Pukul 10.00 WITA

Sampel                         : Empek-empek dan Marimas

Tempat                        : Jalan Singa

Tujuan                         : Pemeriksaan Salmonella


Hari ke-1         : Makanan = Positif (merah muda, koloni kecil)

                          Minuman = Positif (merah muda, koloni kecil)

Hari ke-2         : Makanan dan Minuman dengan Media TSIA dan Gula-gula

                        Mal      Man     Sac      Lak      Glu      TSIA(H2S)

Makanan         +AG    +AG    +AG      -         +AG         -

Minuman         +AG    +OAL +OAL +AG    +OAL      -

            NEGATIF tersangka golongan Coliform

ANALISA HASIL

Berdasarkan hasil praktikum yang teah dilakukan dalam pemeriksaan mikroorganisme pada sampel makanan dan minuman dimana Pada pemeriksaan salmonella hari 1 dan 2 dengan media yang berbeda hari 1 setelah pemeriksaan diduga positif tapi hari ke 2 dengan media TSIA dan gula-gula hasilnya NEGATIF. Salmonella merupakan bakteri golongan Coliform, biasanya ditemukan dalm bahan pangan buah dan sayur, telur dan olahannya, ikan dan olahannya, daging ayam, daging sapi, susu dan olahannya seperti ice cream dan keju. Karena empek-empek dan marimas bukan dari bahan olahan daging maupun susu, maka negatif salmonella dan negatif oleh bakteri golongan coliform karena pada media gula-gula dan TSIA tidak ada yang sesuai dengan bakteri golongan Coliform dilihat dari hasil yang diperoleh. Namun diduga ada bakteri lain selain golongan Coliform.

KESIMPULAN

Salmonella adalah bakteri gram negatif pada golongan Coliform. Salmonella tidak terdapat pada sampel makanan yang dipeiksa yaitu empek-empek dan marimas, karena sampel makanan bukan tempat yang baik bagi pertumbuhan salmonella didukung faktor bahan makanan dan minuman yang digunakan. 
Menurut BPOM RI NO. 00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan dan minuman, batas maksimum jenis cemaran APM Enterobacter aerogenes  1x101 koloni/g. Upaya pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan cara:
1.      Pengendalian sanitasi air, makanan dan minuman, pembuangan sampah serta pengendalian lalat (kebersihan lingkungan).
2.      Isolasi penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
3.      Penemuan kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus makanan.
4.      Penanganan, penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi oleh Salmonella

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Pemeriksaan Mikroorganisme Pada Sampel Makanan dan Minuman

Dosen               : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes Mata Kuliah     : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A) PEMERIKSAAN ...