Dosen : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
PEMERIKSAAN SALMONELLA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN
Disusun Oleh :
Muh . Zulkhaedir
PO714221151026
II.A / D.IV
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
A.
DASAR TEORI
Salmonella adalah suatu
genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat/batang yang
menyebabkan tifus, paratifus, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies
Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella
dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya,
rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang
pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi. Habitat Inang bagi
Salmonella adalah usus halus manusia
dan hewan. Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi
kuman Salmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Salmonella typhi bisa
berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke
dalam vehicle yang cocok (daging, kerang dan sebagainya) akan berkembang biak
mencapai dosis infekti. Salmonella
adalah kuman gram negative, tidak berspora yang panjangnya bervariasi. Bakteri
dari genus salmonella merupakan bakteri penyebab infeksi. Jika tertelan dan
masuk kedalam tubuh akan menimbulkan gejala salmonellosis. Gejala salmonellosis
yang paling sering terjadi adalah gastroenteritis. Selain gastroenteritis,
beberapa spesies salmonella juga dapat menimbulkan gejala penyakit lainnya.
Misalnya demam entrik seperti demam thypoit dan demam para thypi, serta infeksi
local.
Salmonella
yang mencemari makanan dapat berkembang biak secara cepat karena keadaan
lingkungan yang panas dan lembab menstimulir pertumbuhannya. Tempat-tempat yang
memungkinkan terbesarnya salmonellasis misalnya di rumah-rumah, rumah makan,
asrama, hotel dan sebagainya. Salmonella
mungkin terdapat pada makanan dalam jumlah tinggi, tetapi tidak selalu
menimbulkan perubahan dalam hal warna, bau, maupun rasa dari makanan tersebut.
Semakin tinggi jumlah salmonella dalam suatu makanan, semakin besar timbulnya
gejala infeksi. Makanan-makanan yang sering terkontaminasi oleh salomenella
yaitu telur dan hasil olahannya, ikan dan hasil olahannya, daging ayam, daging
sapi, serta serta susu dan olahannyaseperti ice cream dan keju.
Gejala
infeksi salmonella dimulai dari masukknya sel salmonella keadaan saluran
pencernaan dan masuk kedalam saluran usu. Bakteri ini dapat melakukan penetrasi
pada saluran usus terutama pada ileum dan sedikit pada usus besar, sehingga
menimbulkan reaksi imflasi. Sel-sel salmonella kadang-kadang dapat menimbulkan
system pertahanan mucosal dan limpatik. Dan dapat mencapai saluran darah
sehingga dapat menyebabkan bakteremia atau apses.
Gejala-gejala
infeksi yang timbul setelah tertelannya sel-sel salmonella bervariasi
tergantung dari daya virulen, invsi dari serotype dan strain bakteri bakteri
tersebut, jumlah sel yang tertelan dan daya tahan tubuh yang dipengaruhi oleh
umur dan kesehatan penderita. Salmonella yang menyebabkan infeksi interik yang
disertai dengan diare tetapi ada beberapa serotype seperti salmonella typhi, S.
parathypi A, B, C, dan S.
B.
TUJUAN
1.
Agar mahasiswa dapat menegtahui alat dan
bahan yang digunakan dalam pemeriksaan salmonella
2.
Agar mahasiswa dapat melakukan
pemeriksaan salmonella
3.
Agar mahasiswa dapat menentukan jenis
salmonella pada sampel makanan yang diperiksa.
HASIL
Nama pengambil : Muh. Zulkhaedir dan Bella safira
Tanggal dan Waktu : Senin 15/5/2017 Pukul 10.00 WITA
Sampel :
Empek-empek dan Marimas
Tempat :
Jalan Singa
Tujuan :
Pemeriksaan Salmonella
Hari ke-1 : Makanan = Positif (merah muda, koloni kecil)
Minuman = Positif (merah muda, koloni kecil)
Hari ke-2 : Makanan dan Minuman dengan Media TSIA dan Gula-gula
Mal Man Sac Lak Glu TSIA(H2S)
Makanan +AG +AG +AG - +AG -
Minuman +AG +OAL +OAL +AG +OAL -
NEGATIF tersangka golongan Coliform
ANALISA
HASIL
Berdasarkan hasil praktikum yang teah dilakukan dalam pemeriksaan mikroorganisme pada sampel makanan dan minuman dimana Pada
pemeriksaan salmonella hari 1 dan 2 dengan media yang berbeda hari 1 setelah
pemeriksaan diduga positif tapi hari ke 2 dengan media TSIA dan gula-gula
hasilnya NEGATIF. Salmonella merupakan bakteri golongan Coliform, biasanya
ditemukan dalm bahan pangan buah dan sayur, telur dan olahannya, ikan dan
olahannya, daging ayam, daging sapi, susu dan olahannya seperti ice cream dan
keju. Karena empek-empek dan marimas bukan dari bahan olahan daging maupun
susu, maka negatif salmonella dan negatif oleh bakteri golongan coliform karena
pada media gula-gula dan TSIA tidak ada yang sesuai dengan bakteri golongan
Coliform dilihat dari hasil yang diperoleh. Namun diduga ada bakteri lain
selain golongan Coliform.
KESIMPULAN
Salmonella
adalah bakteri gram negatif pada golongan Coliform. Salmonella tidak terdapat
pada sampel makanan yang dipeiksa yaitu empek-empek dan marimas, karena sampel
makanan bukan tempat yang baik bagi pertumbuhan salmonella didukung faktor
bahan makanan dan minuman yang digunakan.
Menurut BPOM RI NO.
00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia
dalam Makanan dan minuman, batas maksimum jenis cemaran APM Enterobacter aerogenes 1x101 koloni/g. Upaya
pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan
cara:
1. Pengendalian
sanitasi air, makanan dan minuman, pembuangan sampah serta pengendalian lalat
(kebersihan lingkungan).
2. Isolasi
penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
3. Penemuan
kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus
makanan.
4. Penanganan,
penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi oleh Salmonella
Tidak ada komentar:
Posting Komentar